馃寠 Air Kobokan 馃帍
Di suatu pagi yang cerah, Mipan dan Zuzuzu sedang berkeliling keliling taman kota. Di taman kota tersebut mereka duduk dan bersantai serta menghabiskan waktu bersama. Meskipun sedang menghabiskan waktu luang bersama, mereka tetap menggunakan masker untuk menghindari menyebarnya virus corona.
Sebeleum duduk dan berpiknik, mereka menggelar tikar dan menata camilan yang mereka bawa. Mereka menyiapkan gorengan, nasi bungkus, tahu bulat, air kobokan, dan es teh sebagai minumannya. Setelah mereka selesai menyiapkan semuanya, barulah mereka duduk dan menikmati sarapan mereka. Mereka mengawali pembicaraan bersamaan dengan memakan gorengan yang tersedia.
Mereka banyak bercerita satu sama lain, mulai dari agenda mereka ke depannya, warna kesukaan Mipan, bahkan tentang kabar Yakaskus dan Nyam Nyam Nyam, anak-anak kelas sebelah yang dulu pernah menjadi sahabat dekat Mipan. Mereka asyik tertawa dan bergurau. Tangan mereka pun juga tak mau kalah. Memegang gorengan dengan erat, seolah tak mau lepas.
Di tengah pembicaraan, tiba-tiba Zuzuzu tersedak gorengan yang ia makan. Ia terbatuk-batuk hingga gorengan yang hampir membuatnya mati tersedak keluar dan terlempar ke dalam air kobokan yang berada di depannya. Sementara itu, Mipan menepuk-nepuk Zuzuzu dan memberikan gelas berisi air minum untuknya. Segera saja Zuzuzu meminum air yang ditawarkan Mipan.
Ketika telah merasa tenang dan lebih baik, Zuzuzu terfokus ke arah air kobokan yang ada di depannya.
Kemudian ia menyeletuk, “Mipan, apakah kau lihat air tadi bergelombang ketika gorenganku terlempar ke arahnya?”.
“Ya, tentu saja, aku melihatnya. Aku jadi teringat pada materi Fisika dari Pak Subqan tentang gelombang,” tanggap Mipan.
“Wah, benarkah? Yang mana itu?” tanya Zuzuzu mencoba mengingat-ingat materi yang disampaikan gurunya.
“Pak Subqan bilang bahwa gelombang mekanik merupakan sebuah gelombang yang perambatannya memerlukan medium, dan salah satu contohnya adalah gelombang pada air kobokan yang kau lihat itu, Zu. Yang aku ingat dari gelombang itu, kita bisa mencari kecepatannya dengan v = 位 . f atau v = 位 / T dimana f merupakan frekuensi dan T merupakan periode gelombang. Sedangkan 位 merupakan panjang gelombang. Kamu ingat tentang itu?” tanya Mipan.
“Sepertinya aku lupa, Pan, Apa itu?” timpal Zuzuzu.
Mipan pun akhirnya memilih untuk kembali menjelaskan tentang f dan T pada Zuzuzu.
“Jadi, f atau frekuensi adalah banyaknya gelombang tiap satuan waktu, atau bisa juga dirumuskan menjadi n / t. Sementara itu, T atau periode yaitu banyaknya waktu yang diperlukan tiap satuan gelombang atau dapat dirumuskan dengan t / n. Dalam hal ini, berarti T kan kebalikannya f. Maka, T juga dapat dirumuskan sebagai 1/f.”
“Kalau 位 itu apa,Pan?” tanya Zuzuzu penasaran.
“位 atau panjang gelombag adalah ukuran dari panjang 1 gelombang yang terdiri dari satu bukit dan satu lembah.”
“Wah, begitu ya, aku baru ingat, Pan. Iya, kamu benar. Pak Subqan sudah menjelaskan ini kepada kita sebelumnya. Sepertinya saat itu aku mendengarkannya sambil mengantuk. Tetapi, aku mencatatnya dengan baik, kok,” gerutu Zuzuzu.
“Tidak apa-apa, lain kali jangan mengantuk lagi. Besok berikan buku catatanmu padaku. Barangkali kau salah tulis akibat mengantuk,” ucap Mipan.
“Tentu tidak, haha, yasudah aku sudah lapar, Pan, makan dulu, yuk?” tanya Zuzuzu.
“Baiklaaah, apapun untukmu,” jawab Mipan.
Mereka pun kembali melanjutkan sarapan mereka dan pulang setelah itu. Hari itu, mereka beraenang-senang hingga siang dan hari itu merupakan haru yang berkesan untuk mereka berdua.
Tamat ❤️✨
Cerpen by Cheviara F.H.
✨semoga bermanfaat
Komentar
Posting Komentar